Sudah lama nggak nulis blog, nih.
Semester 4
benar-benar menyita sebagian besar waktu. Saking sibuknya dengan laporan,
tugas, praktikum, jadi hanya punya sedikit waktu luang. Waktu luang yang
sedikit yaa dimaksimalkan untuk istirahat. Kalau dibandingkan dengan semeter 3, semester 4 justru
laporannya lebih gila-gilaan. Materi yang dipelajari lebih spesifik, dosennya
lebih ‘wow’ dan tugasnya juga suka dadakan. Yah mungkin karena udah
terlatih ditempa dengan Bantex laporan Oseanografi Fisika di semester 3 jadi
ngejalaninya fine aja.
Dan tidak terasaa...
Syyuudah Idul fitri lagi aja nih! Yeay!
![]() |
| Mohon maaf lahir dan batin (sumber) |
Kebetulan lebaran tahun ini bertepatan dengan libur akhir semester. Puas-puasin deh malas-malasan di rumah. Hahaha. Apalagi kalau lebaran, wah, momennya khilaf-khilafan. Selain maaf-maafan atas kekhilafan selama setahun ke temen-temen dan sanak saudara, juga jadi momen khilaf makan karena banyak makanan di rumah. Biasalah, anak kosan. Mana bisa makan gratis sebebasnya kalau di tanah rantau? Yoomaan.
Ngomong-ngomong tentang khilaf, jadi flashback ke kejadian beberapa waktu lalu seusai lebaran. Karena memang momennya pas banget antara libur kuliah dan lebaran, beberapa temen SMA ngajakin buat ketemuan Setelah janjian via chat, akhirnya kita nentuin buat ketemuan di salah satu mall di kotaku.
Pas di lokasi, setelah full team, kita agendain buat nonton film di bioskop dulu. Setelah dua jam berlalu, perut mulai keroncongan dan kita putusin buat makan di food counter. Sambil makan kita ngobrol ngalor-ngidul. Ngobrol.. ngobrol... ngobrol... Salah seorang temen nyeletuk, "Eh tahu gak kalau si X hamil?"
Jeng... jeng.. jeng...
Shock. Kaget. Ohmaigat.
Hamil? Sama siapa? Kapan? Gimana? Si X temen SMA yang satu kelas sama aku itu?
Berbagai macam pertanyaan langsung aku lontarin. Kaget, jelas kaget banget. Aku tahu bener siapa si X ini. Dia ini bukan tipe cewek nakal, yang bitchy ataupun cewek yang suka gonta-ganti cowok. Aku gak habis pikir sama apa yang terjadi. Setelah dengerin cerita temen-temenku dengan seksama, akhirnya terjabarkanlah kisah lengkapnya.
Si X ini punya pacar, dan dia sering bawa cowoknya ini ke kostan. Entahlah gimana sistem keamanan di kostan ini. Sebenernya kostannya itu kost-kostan cewek, tapi cowok bisa keluar masuk bebas gitu. Sering banget si X bawa pacarnya main ke kostan. Cowok dan cewek berdua doang di kamar kostan yang nyaman dengan kasur dan bantal yang empuk, kemungkinan apa yang akan terjadi? Mungkin mereka akan main dokter-dokteran, atau kuda-kudaan. Well, no. Mereka berdua khilaf.
Khilaf yang berujung pada tanggung jawab berat.
Si X hamil dan mereka berdua terpaksa dinikahkan oleh orang tuanya.
Yang ada dalam pikiranku saat itu membayangkan hal itu terjadi pada mereka, berat, pasti berat. Betapa berat tanggung jawab yang mereka pikul. Apalagi bagi si X, dia cewek, dia yang hamil. Sama sekali gak ada pikiran untuk nge-judge, 'salah sendiri main gak pakai pengaman' atau 'sukurin mau enaknya dulu'.
Karena aku tahu, mereka berdua bukan anak nakal. Bukan anak alay gak jelas. Apalagi si temenku X ini. Aku kenal sama dia. Dia temen sekelasku ketika SMA. Cewek manis yang rajin, supel, baik, patuh sama orang tuanya. Gak neko-neko istilahnya. Dia juga bukan cewek yang gampang dibegoin, dia cewek cerdas dan berani.
Tapi ya gitu... Mereka berdua manusia biasa. Mereka bisa khilaf. Tapi bukan berarti kita bisa menggunakan kata khilaf seenaknya, karena beberapa kesalahan diambil dengan keputusan yang sadar. Harus ada bentuk tanggung jawab yang mereka lakukan atas kesalahan yang mereka. Pada akhirnya mereka berdua bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan. Walaupun hal itu bukan menjadi apa yang orang tua mereka harapkan demi masa depan mereka.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No provoking other commenters, insulting, using offensive words, spamming, copycat my post, lying about something, judging me by the way I talk, slander and be dramatic here. Thank you for your attention!