Aku merasa waktu sempat terhenti di tahun 2024 karena setelah itu aku fokus mempersiapkan diri menjadi seorang ibu. Banyak sekali kegiatan yang ingin aku ikuti tapi harus kujeda terlebih dulu. Sampai sekarang, di tahun 2026, fokusku hanya kepada anakku. Tak mengapa karena untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bertemu dengan sosok yang aku rela mempertaruhkan hidupku untuknya.
My Neverland
Selasa, 07 Juli 2026
Selasa, 10 Desember 2024
Akhir Tahun 2024
Tidak terasa 2024 sudah di ujung jalan. Bisa kukatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat dinamis karena banyak sekali perubahan yang terjadi. Dimulai dari pengumuman diterima PNS dosen di salah satu universitas negeri di Semarang, sidang promosi doktor, hingga akhirnya di pertengahan tahun aku menikah dengan sesosok pria baik hati yang juga tampan.
Menjadi dosen adalah salah satu mimpiku sejak S1. Aku ingat dengan jelas ketika dosen di mata kuliah Arus Laut bertanya di kelas siapa yang cita-citanya menjadi dosen, aku langsung mengangkat tangan. Aku selalu yakin kalau aku akan menjadi dosen tapi aku tidak menyangka kalau ternyata aku kembali lagi ke universitas tempatku belajar dulu ketika S1 sebagai dosen PNS.
Setelah pengumuman PNS dosen, promotorku memintaku untuk segera mendaftar sidang tertutup doktor di bulan Mei awal dan menutup bulan Mei dengan sidang promosi doktor. Sungguh aku tidak menyangka akhirnya selesai juga perjalanan studiku hingga meraih gelar doktor. Sebenarnya dalam hati kecilku aku masih ingin untuk melanjutkan posdoktoral tapi pekerjaan baruku mengharuskan untuk segera aktif bekerja di bulan Agustus.
Pada bulan Juli akhirnya aku menikah dengan sesok pria baik hati yang tidak kusangka kehadirannya di hidupku. Aku mengenalnya sejak tahun 2021 tapi saat itu aku sudah ada pacar dan fokusku tercurahkan hanya pada risetku. Ternyata setelah major heartbreak yang kualami di tahun 2023, pria ini masuk ke kehidupanku. Sungguh, bertemu dengannya adalah suatu hal yang akhirnya kusyukuri karena kutemukan sosok yang ternyata sesuai dengan kriteria suami yang pernah kutuliskan di catatan buku diary-ku.
Sekarang aku menetap di Semarang, kembali memulai kehidupan baru seperti 10 tahun yang lalu di awal aku menempuh studi S1. Semoga segalanya semakin baik ke depannya!
Senin, 01 Januari 2024
Semester Delapan
Minggu, 18 Juni 2023
Tidak Semua Patah Hati itu Sama
Hari ini hari Minggu dan Dramaga sedang hujan deras.
Untuk kedua kalinya aku mengalami patah hati yang membuatku menangis seharian sampai sesak di dada. Kejadiannya sudah beberapa waktu yang lalu, sekarang aku baik-baik saja. Dulu ketika aku memutuskan hubunganku dengan seseorang, aku bersedih namun aku melepaskannya dengan perasaan yang ikhlas dan berharap kami bisa berjalan di jalan masing-masing karena memang sudah tidak sejalan lagi.
Patah hati yang kedua ini rasanya berbeda.
Penuh kemarahan dan rasa dendam. Ya, itulah yang aku rasakan sebelum aku konsultasi ke psikolog.
Aku marah dan merasa bahwa semua usahaku untuk mempertahankan hubunganku saat itu sia-sia. Aku dendam kepada orang-orang yang seharusnya tidak ikut campur dalam hubunganku menyusupi pikiran pacarku saat itu. Siapa sih mereka? Tahu apa sih mereka?
Saat itu aku juga marah pada diriku sendiri, aku tidak suka dengan perasaan yang menyelimuti diriku, perasaan ingin balas dendam, perasaan ingin mendoakan orang-orang itu dengan doa-doa terburuk yang bisa kupanjatkan. Malam takbir Idul Fitri aku menangis, bukan karena rindu atau ingin kembali kepada mantanku tapi rasa kesal karena perasaan dendam dan marah itu tak kunjung hilang padahal esok adalah hari Idul Fitri yang oleh orang-orang diartikan sebagai hari untuk 'kembali suci', hari untuk 'saling memaafkan'. Tapi aku sulit, sulit sekali untuk memaafkan malam itu.
Aku bersyukur pikiran warasku saat itu langsung menyuruhku untuk segera konsultasi ke psikolog. Hanya dengan cara itulah aku bisa menjernihkan pikiran dan berlatih memaafkan sehingga aku bisa fokus ke masa depanku, fokus ke disertasiku.
