Selasa, 06 Oktober 2026

Menjadi Dosen

Terhitung sudah 2 tahun aku menjadi dosen di tempatku belajar S1 dulu. Ternyata dalam waktu 2 tahun ini tidak ada perkembangan alias character development pada diriku ini. Masih dengan publikasi ilmiah yang segitu-gitu saja dan masih belum melakukan presentasi ilmiah di konferensi internasional.

Kenapa ya aku seperti ini? Aku merasa ruang gerakku terbatasi semenjak jadi ibu. Bukan hanya tentang aku-aku-aku.

Semakin lama target-target untuk dosen juga semakin tinggi, publikasi yang semula tidak harus Scopus, sekarang menjadi wajib. Tentu saja kalau gak ada Scopus beresiko insentif dosennya akan dipotong. Kasihan sekali menjadi dosen ini. Gaji sudah sedikit, dipotong pula.

Hal yang menarik di per-dosen-an tahun ini adaalah aku mendapatkan hibah penelitian, sayangnya risetnya juga belum kukerjakan. Aku bingung mulai dari mana karena riset yang aku kerjakan adalah riset di bidang yang belum pernah kugeluti. Belum lagi di minggu depan ada kegiatan coaching publikasi ilmiah di Jepara. Makin-makin pusing lah aku, harus mikirin bawa anak dan segala barang-barangnya.

Mungkin harus mulai kukerjakan risetnya. Mulai besok, karena hari ini aku udah muak ngerjain paper yang lain.

Selasa, 07 Juli 2026

Kehidupan Menjadi Ibu

Aku merasa waktu sempat terhenti di tahun 2024 karena setelah itu aku fokus mempersiapkan diri menjadi seorang ibu. Banyak sekali kegiatan yang ingin aku ikuti tapi harus kujeda terlebih dulu. Sampai sekarang, di tahun 2026, fokusku hanya kepada anakku. Tak mengapa karena untuk pertama kalinya dalam hidupku aku bertemu dengan sosok yang aku rela mempertaruhkan hidupku untuknya.

My baby boy


Selasa, 10 Desember 2024

Akhir Tahun 2024

Tidak terasa 2024 sudah di ujung jalan. Bisa kukatakan bahwa tahun ini adalah tahun yang sangat dinamis karena banyak sekali perubahan yang terjadi. Dimulai dari pengumuman diterima PNS dosen di salah satu universitas negeri di Semarang, sidang promosi doktor, hingga akhirnya di pertengahan tahun aku menikah dengan sesosok pria baik hati yang juga tampan.

Menjadi dosen adalah salah satu mimpiku sejak S1. Aku ingat dengan jelas ketika dosen di mata kuliah Arus Laut bertanya di kelas siapa yang cita-citanya menjadi dosen, aku langsung mengangkat tangan. Aku selalu yakin kalau aku akan menjadi dosen tapi aku tidak menyangka kalau ternyata aku kembali lagi ke universitas tempatku belajar dulu ketika S1 sebagai dosen PNS.

Setelah pengumuman PNS dosen, promotorku memintaku untuk segera mendaftar sidang tertutup doktor di bulan Mei awal dan menutup bulan Mei dengan sidang promosi doktor. Sungguh aku tidak menyangka akhirnya selesai juga perjalanan studiku hingga meraih gelar doktor. Sebenarnya dalam hati kecilku aku masih ingin untuk melanjutkan posdoktoral tapi pekerjaan baruku mengharuskan untuk segera aktif bekerja di bulan Agustus.

Pada bulan Juli akhirnya aku menikah dengan sesok pria baik hati yang tidak kusangka kehadirannya di hidupku. Aku mengenalnya sejak tahun 2021 tapi saat itu aku sudah ada pacar dan fokusku tercurahkan hanya pada risetku. Ternyata setelah major heartbreak yang kualami di tahun 2023, pria ini masuk ke kehidupanku. Sungguh, bertemu dengannya adalah suatu hal yang akhirnya kusyukuri karena kutemukan sosok yang ternyata sesuai dengan kriteria suami yang pernah kutuliskan di catatan buku diary-ku.

Sekarang aku menetap di Semarang, kembali memulai kehidupan baru seperti 10 tahun yang lalu di awal aku menempuh studi S1. Semoga segalanya semakin baik ke depannya!

Senin, 01 Januari 2024

Semester Delapan

Aku tidak tahu kalau ternyata menyelesaikan disertasi akan serumit ini. Setiap orang ada permasalahannya sendiri, ada yang bermasalah ketika mengambil data, ada yang ketika nge-lab, ada yang dari permasalahan pribadi, ada juga yang bermasalah dengan dosen pembimbingnya. Aku melaksanakan seminar hasil pada bulan Agustus 2023 dan sampai tulisan ini diketik, aku belum melaksanakan ujian tertutup disertasi. Hal inilah yang membuatku harus bayar UKT lagi semester ini. Untungnya aku masih memiliki cukup tabungan.

Momen tahun baru ini aku berharap semoga kebaikan-kebaikan akan datang bersamaan dengan gelar doktorku, semoga Tuhanku menunjukkan padaku betapa mencari rizki yang melimpah di jalannya itu mudah. Aamiin.

Minggu, 18 Juni 2023

Tidak Semua Patah Hati itu Sama

Hari ini hari Minggu dan Dramaga sedang hujan deras.

Untuk kedua kalinya aku mengalami patah hati yang membuatku menangis seharian sampai sesak di dada. Kejadiannya sudah beberapa waktu yang lalu, sekarang aku baik-baik saja. Dulu ketika aku memutuskan hubunganku dengan seseorang, aku bersedih namun aku melepaskannya dengan perasaan yang ikhlas dan berharap kami bisa berjalan di jalan masing-masing karena memang sudah tidak sejalan lagi.

Patah hati yang kedua ini rasanya berbeda. 

Penuh kemarahan dan rasa dendam. Ya, itulah yang aku rasakan sebelum aku konsultasi ke psikolog.

Aku marah dan merasa bahwa semua usahaku untuk mempertahankan hubunganku saat itu sia-sia. Aku dendam kepada orang-orang yang seharusnya tidak ikut campur dalam hubunganku menyusupi pikiran pacarku saat itu. Siapa sih mereka? Tahu apa sih mereka?

Saat itu aku juga marah pada diriku sendiri, aku tidak suka dengan perasaan yang menyelimuti diriku, perasaan ingin balas dendam, perasaan ingin mendoakan orang-orang itu dengan doa-doa terburuk yang bisa kupanjatkan. Malam takbir Idul Fitri aku menangis, bukan karena rindu atau ingin kembali kepada mantanku tapi rasa kesal karena perasaan dendam dan marah itu tak kunjung hilang padahal esok adalah hari Idul Fitri yang oleh orang-orang diartikan sebagai hari untuk 'kembali suci', hari untuk 'saling memaafkan'. Tapi aku sulit, sulit sekali untuk memaafkan malam itu.

Aku bersyukur pikiran warasku saat itu langsung menyuruhku untuk segera konsultasi ke psikolog. Hanya dengan cara itulah aku bisa menjernihkan pikiran dan berlatih memaafkan sehingga aku bisa fokus ke masa depanku, fokus ke disertasiku.