Kamis, 23 Februari 2017

Hoorayyy!!

Selama semester 5 kemarin aku gak sempat nulis apapun di blog ini. Satu semester lewat gitu aja. Tapi bukan berarti semester 5-ku itu lempeng-lempeng aja gak ada kegiatan. Semester 5 kemarin ternyata menjadi semester yang yaaa... cukup memberi warna lah. Banyak senior yang bilang kalau semester 5 itu bakal gabut alias gak ada kerjaan dan... tengtong! Itu salah. These words is totally wrong. Yaa, untukku sih. Semester 5 justru penuh warna, tangis, haru, marah, bete, sebel, perang, kegilaan. Semuanya deh!

Senang sekali akhirnya aku sudah sampai di semester 6, yuhuuu!
Gak ding.
Aku galau, kacau, dan galau. Semester ini aku dihadapkan pada kenyataan bahwa aku harus kolokium. Ya, bikin proposal penelitian buat skripsi. Sampai detik ini, aku belum ada ide harus ngapain. Sama sekali belum ada ide. Aish!

Minggu, 12 Februari 2017


Setiap orang punya aturan sendiri dalam menghadapi orang. Aku tidak punya waktu untuk mengurusi drama orang, yang dalam beberapa kasus maksa banget nyeret-nyeret diriku, apalagi drama yang diciptakan lewat sosial media. Prinsipku, kalau itu bukan urusanku, maka kuabaikan. Tidak suka, maka kublokir. Selesai masalah.

Senin, 30 Januari 2017

Sakit Pinggang

Sudah 3 hari ini sakit pinggang di bagian belakang. Buat aktivitas sakit nyeri gimana deh, gak enak, kaku, dan menyebalkan. Sakitnya sih gak sakit banget, tapi ya sengkring-sengkring mengganggu gitu. Mau aktivitas jadi agak terganggu. Aku udah nunda nyuci baju gara-gara sakit pinggang ini. Akhirnya aku lebih sering tiduran mainan hape. Untung saja masih liburan, jadi gak ada tanggungan apa-apa. Apalagi kalau ubah posisi dari tidur ke duduk, atau dari duduk ke berdiri. Alamaaak... Kocak lagi pas sholat dari posisi beridiri ke posisi ruku'. Gerakannya yang biasanya mulus meluncur syuuut, jadi patah-patah kaya robot. Pelaan.. pelann.. turun dikit, turun dikit, yaak dikit lagi... Nah! dapet tuh posisi ruku'. Terus dari posisi ruku' ke sujud, lebih slow motion patah-patah lagi. Gitu terus sampai abis rakaatnya.

Sumber gambar
Bingung juga sih kenapa bisa sakit pinggang bisa selama ini, biasanya cuma sehari semalam habis itu udah ilang sendiri. Apakah karena mau menstruasi, kasur yang berubah (iya, berubah. Aku hampir 2 bulan libur dan tidur di kasur rumah yang bentuknya serta tekstur (?) kasurnya beda sama kasur di kosan) yang memberikan efek ke pinggang, kurang olahraga, kecapekan atau kurang minum? Gak tahu deh daaan seperti biasa, kalau udah sakit begini, aku langsung bom chat ibuku.


"Bok, boyokku lara"
"Bok, aku kudu piye?"
"Bok, bok, bok, huwe huwe huwe..."
"Huweeeee"


Kaya gitu. Persis, dengan 'huwe huwe' yang lebih banyak dan annoying.


Atas saran dan pencerahan ibuku, aku disaranin minum Neurobion, biar agak reda, dan emang ngefek sih. Shari diminum sekali. Selain itu aku oles-olesin pinggang pakai Counterpain. Sehari aku olesin 2-3 kali. Biar anget, dan ngebantu meredakan sakitnya. Hal yang agak mengganggu adalah bau salep Counterpain-nya. Baunya itu lho kayak bau embah-embah. Bau koyo gitu. Kalau aku gak keluar ke mana-mana aku gak masalah. Agak gak pede kalau keluar kosan buat beli makan. Semerbaaak coy. Mau disemprotin pakau parfum berkali-kali semprot juga kalah sama bau salepnya. Gak papalah, asal gak berasa nyeri aku rela bau ala embah-embah.

Sekarang udah hari ke-3 dan lumayan berkurang banyak. Walaupun masih ada nyeri-nyeri dikit. Yaa, bismillah. Semoga besok udah hilang dan bisa aktivitas normal lagi yeah.

Rabu, 17 Agustus 2016

Gerimis

Gerimis mulai turun. Biasanya aku suka hujan. Tapi malam ini tidak.

The less you care, the less you get hurt. Omongan ini emang bener. Semakin kamu peduli sama seseorang, sakit hati yang yang mungkin muncul karena orang yang kamu peduliin impact-nya makin besar. Makin sakit, makin nusuk.

Orang lain acuh sama kamu, ya kamu bisa bodo amat. Tapi ketika ini dilakuin sama orang yang kamu sayang, rasa acuh yang cuma sedikit, sedikiiit banget, rasanya bisa begitu sakit.

Sakit hati bisa jadi penyakit yang paling menyakitkan. Kamu jatoh, berdarah-darah, mungkin kamu masih bisa ketawa-tawa dan gak ada tangis yang menyertai. But it's different when someone hurt your heart. Sedikit luka di hati. Luka yang gak nyata, yang secara fisik gak kedeteksi, bisa bikin kacau, linglung, gak jelas, pikiran ke mana-mana, dan mungkin ada air mata.

Aku jadi kepikiran sama orang yang nekat bunuh diri karena patah hati. Bisa dibilang goblok, gak rasional. Tapi hari ini aku sedikit memahami bahwa rasa sakit karena patah hati itu bisa sangat menyakitkan. Seberapa banyakpun oksigen yang kamu hirup, sesak di dada itu tetap ada. Seberapa banyakpun tidur yang kamu lewati, kamu akan terbangun dengan mimpi buruk yang sama. Sakit, sakit yang benar-benar nyata.

Tapi entah mengapa, walaupun kamu udah sering disakiti oleh orang yang kamu sayangi, kamu tetap sulit untuk berhenti menyayanginya kan? Well, semacam candu?

Souce on pict

Hujan turun. Udara basah dan badanku mulai dingin. Tapi gak tahu kenapa mataku justru panas dan sembab.