Kamis, 28 April 2016

Setiap Hari di Semester 4

Semenjak masuk semester 4 aku jadi jarang banget ngepost dan punya waktu buat ngeblog. Sesekali buka blog cuma buat nge-check komentar masuk atau post dari beauty blog yang aku follow. Yaa mau gimana lagi, waktu yang aku butuhkan untuk ngetik satu post itu bisa aku pakai buat ngerjain pembahasan laporan satu halaman.
Segini tebelnya bisa buat gampar kepala orang -_-
Ngulang-ngulang perhitungan yang sama sampe punggung bergelombang

Yaaa, seperti itulah hari-hariku. Sibuk ngerjakan laporan. Aku ngetik ini dalam keadaan baru beres evaluasi praktikum, nungguin dibolehin pulang sama asisten. Nanti malam juga masih ada deadline laporan yang menunggu. Mau gimana lagi? Kata senior sih, 'nikmatin aja'. Mereka bilang gitu karena semester 5 nanti bakal gabut dan justru bingung mau ngapain. Efek aftershock, yang sebelumnya super hectic tiba-tiba sepi deadline. Gitu sih kata mereka.

Jadi, untuk saat ini satu-satunya jalan yang harus ditempuh yaa 'nikmatin aja'.

Minggu, 06 Maret 2016

Lucu, kan?

Sumber

TAUK AH!

Sumber gak tahu dari mana pokoknya nemu aja di Google

Yang ini yang itu gak beres, moodku benar-benar jelek. Gak bisa mikir bener.
Kenapa sih aku ini?

Rabu, 10 Februari 2016

Aku Sedang Gak Jelas

Source
Bulan Juni memang saat paling panas di Pulau Ujong. Sambil menatap ke sekeliling, kuteguk tetesan terakhir Pokariswet-ku. Aaahh, benar-benar negara kota yang damai dan teratur. Tampak beberapa petugas sedang bertugas. Meskipun cuaca sangat panas, wisatawan tetap membanjiri wilayah ini.

Kulihat diujung sana seorang wanita bersama anaknya tampak hendak berfoto di depan patung singa. Hihihi, betapa lucunya tingkah gadis kecil itu. Sang Ayah yang memfoto mereka mulai menghitung mundur "satu.. Dua... Ti..."

Bruuk!

Tiba- tiba pria itu jatuh sambil memegangi bagian dadanya, nafasnya tersengal-sengal...
"uuufftgghhh... To..loo..ngg"

Istri pria itu menjerit dan berteriak minta tolong sedangkan wajah si gadis kecil tampak kebingungan. Beberapa orang tampak ingin mendekat tetapi terlihat agak ragu. Kujatuhkan botol minumku dan segera kuberlari menuju pria itu. Namun belum sampai aku berada cukup dekat dengan mereka, seorang petugas datang dan dengan cekatan menolong pria itu.

"Fyuuh, untunglah!", kataku penuh rasa syukur. Tiba-tiba ada seorang lagi petugas mendatangiku. Ia berkata, "Tuan, silakan ikut saya."

Aku tertegun, ada apa ini? Sejenak kupandang petugas itu dengan agak bingung. Kemudian tersadarlah diriku...
"Ooh..", ucapku dengan lirih. Dalam hati dengan agak sedih aku hanya bisa berkata, 'aku rapopo, hiks'.


-Ummu Jeruk

Jumat, 29 Januari 2016

I Dunno

Source

Terkadang kita tidak memerlukan penjelasan dari orang lain. Kadangkala, justru 'penjelasan' dari kita untuk kita sendirilah yang menentramkan hati.
Terkadang, kita tidak memerlukan argumen orang lain. Kadangkala, justru argumen dari kita untuk kita sendirilah yang dibutuhkan untuk membuat damai hati.
-- Tere Liye --