Kamis, 10 September 2015

Kuliah Lagi

Sumber gambar
Kuliah makin tua semesternya, makin sulit ngelakoninya. Aku ngeluh gitu ke ibuk.

Tapi ibukku bilang kalau kuliah itu lebih gampang dari sekolah. Selama menempuh pendidikan dari SD, SMP, SMA, sampai bangku perguruan tinggi, beliau bilang kalau paling enak itu ya kuliah. 

Aku bingung.

Kata ibuku kuliah itu jadwalnya fleksibel, sedangkan sekolah kan makan waktu dari pagi sampai sore. Mata pelajarannya lebih banyak ketika sekolah pula. Kuliah lebih bebas kalau mau ke mana saja. Nggak ada yang ngebatesin. Yang ngebatesin ya diri kita sendiri.

Aku bilang kalau kuliah di tempatku ribet di praktikumnya. Repot laporan dan makan waktu.

"Yo kowe mbagi waktumu piye. Ojo kakean nyanyi-nyanyi ning kamar kosan wae (ya kamu bagi waktumu gimana. Jangan kebanyakan nyanyi-nyanyi di kamar kosan aja)", kata ibuku. 

Hehehe.

Beliau bilang kalau jalanin aja yang ikhlas. Masalah hasil belakangan. Yang penting ikhtiar dan jujur. Gusti Allah selalu kasih jalan sama hambanya yang selalu ingat pada-Nya.

Kata-kata itu selalu ibuku ulang-ulang. Gak sekali ini saja beliau nasehatin kayak gitu, tapi setiap kali aku ngeluh dan curhat tentang masalahku pasti akan ada kalimat-kalimat itu di antara wejangan beliau pas nanggepin curhatanku.

"Mu?"

"Opo buk?"

"Kuliah itu enak, Mu. Kalau bisa ya ibu pengen balik bisa kuliah lagi. Tapi nanti kalau kita sekelas paling ibu jadi mahasiswa cupu gak gaul. Kamu paling gak mau temenan sama ibuk".

"Apa iya buk? Aku loh gak gaul buk di kampus.".

Senyuman muncul di wajah ibukku. Mungkin ibuku berpikir kalau percakapan ini lucu.

Sementara pikiranku lari kemana-mana. Iya ya, gimana kalau aku kuliah sekelas dengan ibuku. Pasti konyol.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No provoking other commenters, insulting, using offensive words, spamming, copycat my post, lying about something, judging me by the way I talk, slander and be dramatic here. Thank you for your attention!