Selasa, 19 Mei 2015

Pasrah

Beberapa hari belakangan kayak gak jelas gitu. Ketawa tapi nggak ketawa, sedih tapi gak tau apa hal yang kusedihin itu pantes buat diratapi. Apa pengaruh hormonal juga ya? Kayaknya sih iya. Kondisi ini bikin aku kayak labil, dan karena aku gak mau overthinking yang malah nikin stress, akhirnya aku pasrah dan ngebiarin semuanya. "Yaudahlah ya..", gitu sih bahasanya.

Aku lagi tahap oprec salah satu organisasi di kampusku yang fokus ke pengindreaan jauh dan sistem informasi geografis. Bisa dibilang seleksinya cukup ketat, dan memakan waktu lama karena tahapannya berlapis-lapis. Pas waktu tes aku juga ngerjain dengan sebisa aku, semaksimal aku. Tapi gak ngerti hasilnya nanti gimana. Pokoknya di situ aku udah pasrah.

Kepasrahan selanjutnya adalah mengenai Fisika-Matematika. Kenapa harus ada mata kuliah seperti ini cobaaa?! Ya sebenernya emang harus ada sih, apalagi jurusanku banyak berkaitan dengan hal-hal fisis matematis apalah itu gak ngerti. Dan tiap kali kuliah atau tutorial FisMat tuhh kayak "aaarrghhh, lagi-lagi ketemu ini!". Aku akui, sekarang aku jadi lebih friendly dengan 'bentuk-bentuk abstrak simbol rumus apalah itu' daripada pas semester sebelumnya ketika ketemu Kalkulus. Tapi ya tetep aja. Aku ngerasa aku ngerti karena apa yang diberikan. Ngerti gak maksudku? Jadi kalo ada soal yang udah dicontohkan sebelumnya terus cuma diganti angka atau dibalik-balik dikit gitu aku masih ngerti, tapi kalau udah dirombak total suruh ngehubungin sama rumus, fungsi, atau uraian lain I just like "Wataeef?!". Bismillah, moga aja terjadi keajaiban dengan nilai mata kuliah ini.

Pasrah selanjutnya adalah ...
Foto jaman SMA yang dipakek. LOL.
Lihat tanggal ujiannya saudara-saudara, dan sampai detik ini saya belum belajar apa-apa karena tugas kuliah yang bejibunnya. Mau gimana lagi? Jawabannya ya itu sih, pasrah. Wait, tapi serius untuk yang satu ini aku usahain untuk gak pasrah-pasrah banget. Aku masih nyempetin ngerjain satu-dua soal di waktu senggang, biar gak kaget pas hari-H. Yaa, seperti yang aku bilang di post sebelumnya. Aku ikut lagi karena pengen mastiin aja, bener gak sih tempatku di sini. Yaah walaupun kalau ngelihat pilihan pertama-kedua-ketigaku sih kemungkinan hasil testnya bisa diprediksi. Diprediksi gak lolos hahhaha. Tapi kan siapa yang tahu juga? Only God knows.   

Yaah... Dari semua kejadian-kejadian di atas, gak bisa dibilang sepenuhnya aku pasrah. Aku juga usaha kok, aku juga udah ngusahain semaksimalku. Well, kecuali yang 'pasrah ketiga' karena terkendala waktu dan kondisi jadi gak mungkin bisa maksimal juga tapi aku berusaha semampuku lah. Pada akhirnya aku hanya bisa berharap semuanya berakhir dengan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No provoking other commenters, insulting, using offensive words, spamming, copycat my post, lying about something, judging me by the way I talk, slander and be dramatic here. Thank you for your attention!