Minggu, 26 April 2015

Mengenang Kalkulus, Menyambut yang Lain

Niatnya mau mempermalukan diri sendiri, hahahaha.
Semester lalu ada mata kuliah Kalkulus. Selain pertemuan kuliah, ada juga pertemuan tutorial kalkulus. Semacam praktikumnya gitu. Foto yang palin gede ada tanggalnya 9-10-2014 itu pas ulang tahunku. Aku ngerjainnya pas hari ultah. Haha.


Nilai paling special pakek telor. Dapat +5 gara-gara lari paling kenceng buat ngumpulin ke asisten.

Yang lucu dari tutorial kalkulus itu tiap ada pre-test sama post-test, lima pengumpul tercepat bakal dikasih tambahan nilai plus.

Dulu pas semester satu aku mikir, "Wah semester depan udah gak ketemu Kalkulus lagi, asik nih cuma satu semester doang".

Tapi ternyata tidak.

Tidak ada Kalkulus bukan berarti kebahagiaan hari-hari kuliah akan terbit di ujung timur sana.

Karena sesunggguhnya ada Fisika Matematika yang mengintai di balik bukit.

Heart to Heart

Sore ketika hujan akan turun.



Pertengahan semester ditandai dengan mulai bertebarannya UTS tiap minggu. Aku ngerasa gak seperti semester sebelumnya yang sibuk banget banyak laporan, semester ini agak santai. Apa gara-gara praktikumnya numpuk di belakangan ya? Who knows. Aku sih enjoy aja. Aku kok malah seneng ya kalau malah banyak tugas, nggak suwung. Hehe.


Sebab sebagaimana cinta memahkotaimu, demikian pula ia membunuhmu. - Kahlil Gibran -


Kali ini aku pengen cerita tentang sesuatu. Masalah sensitif sih, tentang perasaan, tentang cinta. Aku gak ngerti definisi cinta sendiri apa untukku. Aku juga gak ngerasa cukup dewasa buat ngebahas tentang cinta-cintaan. Tapi masalahnya adalah ....


Cinta datang dimanapun dan kapanpun tanpa mengenal banyak syarat dan isyarat - @teenlovefeel -


Aku gak ngerti ini cinta atau bukan. Dulu aku pernah kagum dengan seseorang. Kagum bertahun-tahun lama-lama jadi suka. Rasa suka yang gak pernah aku ngerasa itu pernah terjadi ke aku sebelumnya. Dan rasa suka itu terus ada bertahun-tahun sampai beberapa waktu yang lalu. Ya, beberapa waktu yang lalu.




Rasa sukaku ke dia sudah ada sejak hampir 4 tahun yang lalu. Ya, tapi aku diem aja. Pas lihat dia naksir orang, terus punya pacar, well, jelas jealous, jelas sakit. Tapi aku mah apa atuh, cuma butiran debu di matanya. Hahaha.




Tapi ngelihat dia seneng, seriusan, itu semua cukup kok, cukup buat aku bahagia. Kebahagiaan yang terasa sakit.




Aku gak pengen dia jadi pacarku atau gimana, aku cuma pengen dia tahu aja perasaanku. Aku gak butuh jawaban. Yeah, dan karena aku orangnya pemalu, seorang temenku ngasih tahu dia kalau aku suka sama dia. Lewat sms karena saat itu doi udah kuliah. Aku gak mau bahas gimana reaksi dia, atau apa yang terjadi selanjutnya.




Tapi satu hal yang pasti, beberapa waktu yang lalu aku memutuskan untuk berhenti. Berhenti berharap dia ngerasaain hal yang sama kayak yang aku rasain, berhenti berharap dia bakal ngeliat aku kayak aku ngeliat dia. Berhenti suka sama dia. Berat, pasti iya. Rasanya kayak semua rasa yang aku curahkan *ceilah* bertahun-tahun lamanya harus ilang begitu aja.





Semenjak itu aku jadi takut menyukai seseorang, takut terjatuh. Takut terjebak pada lingkaran perasaan yang gak berhenti, takut menyukai terlalu dalam, takut berujung pada hal yang sama.




Okesip, cukup galaunya. LOL,




Aku pantas untuk mendapatkan kebahagiaanku sendiri. Aku emang gak berniat untuk mencoba menyukai seseorang lagi, tapi kalau ngefans-ngefans orang mah aku tetep. Ngefans kakak ini, ngefans senior itu. Suka artis ini, ngidol artis itu, ups, kalau ngidol tetep Lay lah yaa. Abang Lay, huhuhu.




Semua berjalan menyenangkan dan normal, semuanya menyenangkan.

Sampai sesorang datang dan mengacaukan semuanya ....


Sore ketika hujan turun.

Sabtu, 04 April 2015

The Reason

Aku nemu post ini dari Tumblr Oh La Lay. Beberapa gif ini ngewakilin beberapa hal yang bikin aku sukaa banget sama Lay.


Pangeran banget kaaan, huhuhu. Love love love!

EXODUS


Yeaahh EXO COMEBAACCKK!!
Aku hampir puutus asa menanti abang Lay. Setelah jutaan tahun cahaya akhirnya abang gantengku satu ini kembali muntuk mewarnai hari-hariku yang kelabu, ceilaah. Hahaha.


Kyaaaa!!



Yuhuuuuu!! Love love love!