![]() |
| Sumber |
Well, well...
Liburan semester selama sebulan bisa jadi membosankan kalau gak
diisi sama hal-hal yang seru. Aku akui minggu pertama dan kedua liburanku masih
seru, banyak temen-temen SMA yang masih liburan di kampung. Aku masih bisa hang out sama mereka, ke mall lah, main game di
game center lah. Selain itu, aku juga ikut kegiatan sosialisasi kampus ke
sekolah-sekolah menengah atas di kota kelahiranku. Minggu pertama dan kedua
bisa dibilang cukup sibuk. Well done!
Memasuki minggu ketiga petaka itupun datang (yala binggo!).
Temen-temen SMA udah pada balik merantau untuk kuliah, yeah, you know lah bisa dibilang kalau di tempatku
kuliah agak nelat libur semesternya. Kegiatan sosialisasi kampus juga udah
selesai. Untuk pertama kalinya aku mengalami kebosanan. Mau ngajak main adik,
dianya masih sekolah kalau siang, bapak kerja, ibu sibuk ngurus keperluan
penting. Lengkaplah sudah, bosan dan sendirian.
![]() |
| Sumber. Bosan... bosaan.. Aku bosan. |
Okay, enough.
Aku mulai liat-liat rak buku, kali aja ada buku yang menarik buat kubaca,
semuanya membosankan karena hampir semua buku-buku yang ada di rak udah aku
baca. Hampir semua, well, karena ada beberapa buku, novel, berbahasa perancis
yang aku gak ngerti itu apa. Aku aja bahasa perancis cuma ngerti bonjour doang. Wew. Di antara buku-buku itu
ada koleksi Agatha Christie-ku. Mau baca ulang agak males, udah apal siapa
pembunuh sama alur kasusnya. Akhirnya aku putusin buat cuss ke Gramedia dan beli
novel Agatha Christie.
![]() |
| Sumber. Agatha Christie |
Agatha Christie adalah penulis novel yang kukagumi dan Hercule
Poirot adalah tokoh detektif favoritku. Pertama kali aku baca novel detektif
beliau, judulnya Tirai, ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku
nemu novel itu di rak buku bapak. First
impression, wow this is amazing! Totally awesome! Sebelumnya diriku yang terbiasa baca
novel-novel teenlit picisan, langsung terkesan dengan novel detektif ini.
Semenjak itu aku mulai tertarik dengan novel karya beliau. Masuk SMP, ternyata
ada beberapa temenku yang juga suka Agatha Christie, aku pinjem deh novel-novel
mereka, karena aku emang gak modal duit buat beli-beli bukunya Christie yang
mahal untuk ukuran anak SMP. Masuk SMA, aku mulai ngumpulin uang saku buat beli
novel-novel beliau.
Hercule Poirot, pria tua berkepala bulat telur yang punya kumis
lucu. Gitu sih penggambaran Agatha Christie tentang si Poirot ini. Boleh
dibilang kalau dibandingkan sama Sherlock Holmes, si Hercule Poirot emang
kurang dikenal. Tapi aku pribadi lebih suka Hercule Poirot dibandingkan
Sherlock Holmes. Hercule Poirot memecahkan suatu kasus melalui sudut pandang
psikologis, sedangkan Sherlock Holmes lebih ke melihat bukti-bukti dan
menyusuri jejak-jejak. Cara pemecahan kasus ala tokoh ciptaan Agatha Christie
aku bilang lebih menarik dan unusual.
Bukan berarti aku gak suka Sherlock Holmes loh. Aku juga suka Sherlock Holmes.
Walau sebenarnya aku baru menyukai tokoh Sherlock Holmes tiga hari yang lalu.
Ya, tiga hari yang lalu. Memasuki minggu ketiga liburan semester.
Ketika orang bilang cerita detektif, first thing yang bakal pop out dari otak kita adalah tokoh Sherlock
Holmes. Kalau gak salah aku pertama kali baca novel bertokoh Sherlock Holmes
pas aku SMP. Aku gak tahu novel yang aku baca itu karangan Sir Arthur Doyle
atau bukan, karena banyak yang beredar di pasaran itu gak semuanya asli
karangan beliau, beberapa adalah novel adaptasi yang ngambil tokoh Sherlock
Holmes. Novelnya aku pinjem dari temen. Ceritanya kalau gak salah si pembunuh
melakukan mutilasi terhadap korbannya dan bagian tubuhnya, telinga, dikirimkan
ke Scotland Yard. Nah, si Sherlock Holmes inilah yang menginvestigasi kasus
aneh tersebut. Nggak tahu kenapa, aku gak terlalu tertarik. Menurutku surprise
yang dimunculkan, twist-nya
kurang nendang. Semenjak itu, aku gak tertarik untuk baca novel yang tokohnya
Sherlock Holmes.
Beberapa tahun kemudian, munculah film adaptasi Sherlock Holmes
yang dibintangi Robert Downey Jr. Aku tertarik buat nonton. Not bad, cukup
menarik. Aku sendiri gak terlalu tahu bagaimana penggambaran tokoh Sherlock
Holmes ini di novel. Cuma kata temenku yang maniak Holmes, si Robert Downey Jr.
gak cocok buat meranin tokoh Sherlock. Terlalu lebay menurut dia. Aku cuma
angguk-angguk, karena dari segi cerita sih aku fine-fine ajah.
Balik lagi ke tiga hari yang lalu. Aku mulai tertarik tentang
Sherlock Holmes karena lagi searching tentang Benedict Cumberbach. Pria yang
usianya kepala tiga tapi masih hot banget. Mula searching om Ben karena habis
nonton film The Imitation Games. Aku pengen tahu film-film apa aja sih yang
diperanin sama om Ben. Sebelum nonton The Imitation Games, aku udah pernah
nonton om Ben meranin tokoh Khan di Star Trek: Into The Drakness. Ternyata om
Ben selain main di layar lebar, juga main di serial TV. Waktu itu aku nemu
salah satu serial TV-nya yang berjudul Sherlock and pas aku liat ratingnya di IMDB,
wow tinggi binggo!
Bermodalkan koneksi wifi yang lagi lelet, aku icip-icip nonton
streaming serial TV ini. Setelah buffer agak lama dan koneksi mulai stabil
munculah first scene dari serial ini. Ternyata serial Sherlock ini mengambil
setting di zaman modern. Jadi, yang namaya handphone, laptop sudah ada. Dr.
Watson gak lagi nulis cerita petualangannya dengan Holmes di buku jurnalnya
tapi di blog. Keren! Benedict Cumberbatch memerankan tokoh Sherlock dengan
cantik. Angkuh, sombong, dan ekspresi wajahnya itu loh, love it! Perawakan om Ben yang
kurus, tinggi juga mirip dengan penggambaran Sherlock karya Sir Arthur Doyle
(kata orang-orang yang ngereview serial ini di internet, sih). Meskipun serial
ini merupakan adaptasi modern, aku boleh bilang serial ini sama sekali gak
mengecewakan. Sherlock sampai sekarang udah ada 3 season yang tiap season ada 3
episode dengan pilot episode di setiap seasonnya. Kabarnya season 4 sedang
dalam penggarapan. Gara-gara serial TV inilah aku jadi tertarik dengan tokoh
Sherlock Holmes. Yeah, mungkin kalau aku udah kelar season 3, aku nyoba buat
baca novel Sir Arthur Conan Doyle.
Well, well...
Jadi begitulah caraku untuk membunuh kebosanan selama liburan
semester ini.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
No provoking other commenters, insulting, using offensive words, spamming, copycat my post, lying about something, judging me by the way I talk, slander and be dramatic here. Thank you for your attention!