Rabu, 11 Februari 2015

Pembunuhan Kala Liburan Semester

Sumber
Well, well...

Liburan semester selama sebulan bisa jadi membosankan kalau gak diisi sama hal-hal yang seru. Aku akui minggu pertama dan kedua liburanku masih seru, banyak temen-temen SMA yang masih liburan di kampung. Aku masih bisa hang out sama mereka, ke mall lah, main game di game center lah. Selain itu, aku juga ikut kegiatan sosialisasi kampus ke sekolah-sekolah menengah atas di kota kelahiranku. Minggu pertama dan kedua bisa dibilang cukup sibuk.  Well done!

Memasuki minggu ketiga petaka itupun datang (yala binggo!). Temen-temen SMA udah pada balik merantau untuk kuliah, yeah, you know lah bisa dibilang kalau di tempatku kuliah agak nelat libur semesternya. Kegiatan sosialisasi kampus juga udah selesai. Untuk pertama kalinya aku mengalami kebosanan. Mau ngajak main adik, dianya masih sekolah kalau siang, bapak kerja, ibu sibuk ngurus keperluan penting. Lengkaplah sudah, bosan dan sendirian. 
Sumber. Bosan... bosaan.. Aku bosan.
Aku gak bisa terus terusan gini kan ya, aku harus melakukan sesuatu, tapi apaa?! Apa?! (yala binggo dua!)
Okay, enough. Aku mulai liat-liat rak buku, kali aja ada buku yang menarik buat kubaca, semuanya membosankan karena hampir semua buku-buku yang ada di rak udah aku baca. Hampir semua, well, karena ada beberapa buku, novel, berbahasa perancis yang aku gak ngerti itu apa. Aku aja bahasa perancis cuma ngerti bonjour doang. Wew. Di antara buku-buku itu ada koleksi Agatha Christie-ku. Mau baca ulang agak males, udah apal siapa pembunuh sama alur kasusnya. Akhirnya aku putusin buat cuss ke Gramedia dan beli novel Agatha Christie.
Sumber. Agatha Christie
Agatha Christie adalah penulis novel yang kukagumi dan Hercule Poirot adalah tokoh detektif favoritku. Pertama kali aku baca novel detektif beliau, judulnya Tirai, ketika aku masih duduk di bangku sekolah dasar. Aku nemu novel itu di rak buku bapak. First impression, wow this is amazing! Totally awesome! Sebelumnya diriku yang terbiasa baca novel-novel teenlit picisan, langsung terkesan dengan novel detektif ini. Semenjak itu aku mulai tertarik dengan novel karya beliau. Masuk SMP, ternyata ada beberapa temenku yang juga suka Agatha Christie, aku pinjem deh novel-novel mereka, karena aku emang gak modal duit buat beli-beli bukunya Christie yang mahal untuk ukuran anak SMP. Masuk SMA, aku mulai ngumpulin uang saku buat beli novel-novel beliau.

Hercule Poirot, pria tua berkepala bulat telur yang punya kumis lucu. Gitu sih penggambaran Agatha Christie tentang si Poirot ini. Boleh dibilang kalau dibandingkan sama Sherlock Holmes, si Hercule Poirot emang kurang dikenal. Tapi aku pribadi lebih suka Hercule Poirot dibandingkan Sherlock Holmes. Hercule Poirot memecahkan suatu kasus melalui sudut pandang psikologis, sedangkan Sherlock Holmes lebih ke melihat bukti-bukti dan menyusuri jejak-jejak. Cara pemecahan kasus ala tokoh ciptaan Agatha Christie aku bilang lebih menarik dan unusual. Bukan berarti aku gak suka Sherlock Holmes loh. Aku juga suka Sherlock Holmes. Walau sebenarnya aku baru menyukai tokoh Sherlock Holmes tiga hari yang lalu.
Ya, tiga hari yang lalu. Memasuki minggu ketiga liburan semester.

Ketika orang bilang cerita detektif, first thing yang bakal pop out dari otak kita adalah tokoh Sherlock Holmes. Kalau gak salah aku pertama kali baca novel bertokoh Sherlock Holmes pas aku SMP. Aku gak tahu novel yang aku baca itu karangan Sir Arthur Doyle atau bukan, karena banyak yang beredar di pasaran itu gak semuanya asli karangan beliau, beberapa adalah novel adaptasi yang ngambil tokoh Sherlock Holmes. Novelnya aku pinjem dari temen. Ceritanya kalau gak salah si pembunuh melakukan mutilasi terhadap korbannya dan bagian tubuhnya, telinga, dikirimkan ke Scotland Yard. Nah, si Sherlock Holmes inilah yang menginvestigasi kasus aneh tersebut. Nggak tahu kenapa, aku gak terlalu tertarik. Menurutku surprise yang dimunculkan, twist-nya kurang nendang. Semenjak itu, aku gak tertarik untuk baca novel yang tokohnya Sherlock Holmes.
Beberapa tahun kemudian, munculah film adaptasi Sherlock Holmes yang dibintangi Robert Downey Jr. Aku tertarik buat nonton. Not bad, cukup menarik. Aku sendiri gak terlalu tahu bagaimana penggambaran tokoh Sherlock Holmes ini di novel. Cuma kata temenku yang maniak Holmes, si Robert Downey Jr. gak cocok buat meranin tokoh Sherlock. Terlalu lebay menurut dia. Aku cuma angguk-angguk, karena dari segi cerita sih aku fine-fine ajah.

Balik lagi ke tiga hari yang lalu. Aku mulai tertarik tentang Sherlock Holmes karena lagi searching tentang Benedict Cumberbach. Pria yang usianya kepala tiga tapi masih hot banget. Mula searching om Ben karena habis nonton film The Imitation Games. Aku pengen tahu film-film apa aja sih yang diperanin sama om Ben. Sebelum nonton The Imitation Games, aku udah pernah nonton om Ben meranin tokoh Khan di Star Trek: Into The Drakness. Ternyata om Ben selain main di layar lebar, juga main di serial TV. Waktu itu aku nemu salah satu serial TV-nya yang berjudul Sherlock and pas aku liat ratingnya di IMDB, wow tinggi binggo!
Bermodalkan koneksi wifi yang lagi lelet, aku icip-icip nonton streaming serial TV ini. Setelah buffer agak lama dan koneksi mulai stabil munculah first scene dari serial ini. Ternyata serial Sherlock ini mengambil setting di zaman modern. Jadi, yang namaya handphone, laptop sudah ada. Dr. Watson gak lagi nulis cerita petualangannya dengan Holmes di buku jurnalnya tapi di blog. Keren! Benedict Cumberbatch memerankan tokoh Sherlock dengan cantik. Angkuh, sombong, dan ekspresi wajahnya itu loh, love it! Perawakan om Ben yang kurus, tinggi juga mirip dengan penggambaran Sherlock karya Sir Arthur Doyle (kata orang-orang yang ngereview serial ini di internet, sih). Meskipun serial ini merupakan adaptasi modern, aku boleh bilang serial ini sama sekali gak mengecewakan. Sherlock sampai sekarang udah ada 3 season yang tiap season ada 3 episode dengan pilot episode di setiap seasonnya. Kabarnya season 4 sedang dalam penggarapan. Gara-gara serial TV inilah aku jadi tertarik dengan tokoh Sherlock Holmes. Yeah, mungkin kalau aku udah kelar season 3, aku nyoba buat baca novel Sir Arthur Conan Doyle.

Well, well...
Jadi begitulah caraku untuk membunuh kebosanan selama liburan semester ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

No provoking other commenters, insulting, using offensive words, spamming, copycat my post, lying about something, judging me by the way I talk, slander and be dramatic here. Thank you for your attention!